Moga sepanjang pengembaraan, rohani mewangi..

Showing posts with label Si Kembara. Show all posts
Showing posts with label Si Kembara. Show all posts

Friday, March 27, 2015

Kembali Menulis

Lagu Maher Zain lagi bermain di cuping-cuping telinga saya, itu antara penyanyi yang saya rasakan sangat mempengaruhi rona jiwa saya saat memerlukan sekampung kata-kata dari Tuhan. Jika tidak membaca novel Ilahi, atau berbicara sama makhluk-mahlukNya di bumi mahupun di langit, saya gemar juga mendengar lagu-lagu nasyid yang menguasai jiwa saya lebih mendekati Allah, seperti nyanyian Opick dan Sami Yusuf juga ternyanyi sepenuh jiwa dan sampai sepenuh jiwa. 

Magiknya, tika menebak mana-mana muka surat terjemaah Quranku, pasti bertemu ayat yang benar-benar diperlukan, Allah menyambut salam kesedihan ini dengan keindahan kata-kataNya, Begitu juga lagu, terkadang lagu bermain pada saat yang tepat, Allah benar juga menjawab ketukan-ketukan jiwa ini.

Hari ini, saya bertemu dua orang teman, Nayah dan Athirah. Teman-teman pengembaraan saya di Turki, Walaupun cuma sempat mencapai puncak Menara Galata bersama hari ini, sudah amat membuahkan kenangan yang manis dan ranum sekali. Mengenali tokoh Islam yang berani mempertaruhkan nyawa dan usia mengabdikan diri pada ilmu penerbangan, Hezafran Ahmed Celebi. Beliau menerbangkan diri menggunakan sayap buatannya. Berjaya merentasi Selat Bosphorus sejauh 4 km dari menara tersebut hingga ke dataran Uskudar di benua Asia belahan Istanbul. Saya gagap untuk menceritakan perihal tokoh ini. Sudah melakukan pembacaan banyak kali, cuma tidak terkongsi menjadikan kesamaran maklumat bermain-main, ditambah lagi manfaat sejarah tersebut tidak diambil peduli, natijahnya bersarang dalam sebuah kepala milik saya.

Pertemuan kali ketiga setelah mengembara ke kompleknya Sultan Suleyman dan menantunya sang sultan, Masjid Rustem Pasha. Mereka antara mahasiswa yang memperjuangkan keperluan pendidikan buat diri mereka di negeri dua benua ini. Beruntunglah saya hari ini, luangan masa yang sangat bermanfaat. Sedang memerlukan teman untuk menyadarkan diri, bahawa pengembaraan itu akan sunyi tanpa teman. Tidak ada ruang untuk memberi hingga sakit jiwa dipenuhi banyak perkara yang tidak dapat dibahagi-bahagi. 

Dan hari ini, saya jadi terpanggil untuk menonton filemnya "99 Cahaya Di Langit Eropah", benar telah saya baca bukunya tetapi belum lagi menonton filemnya. Panggilan ini untuk membekal diri yang bakal berangkat ke tanah Andalusia pada awal April ini InsyaAllah. Perkara sama berulang dan berulang lagi, tidak cukup mempersiapkan diri untuk mengembara ke lipatan sejarah yang baru. Tetiba jadi tersenarai sang Vienna sebagai salah satu kota pilihan untuk mengembara. Dan tetiba saya jadi terinspirasi mahu mengembara dengan lebih bersemangat mengumpul banyak maklumat sejarah sebelum memulai perjalanan. 

Dan, saya menyedari bahawa telah banyak saya menyambut rezeki dari Allah, mengembara ke negara yang sudah melebihi angka sepuluh bilangan total. Allah, terlau penuh bekas-bekas tidak saya tambah bekas lain, terbiar begitu tanpa memberi kepada orang lain. Terlalu melimpah hingga hanyut segala khasiat pengalaman dan kenangan yang tidak saya ceritakan kepada orang lain. Yang tidak saya tuliskan hasil pengembaraannya kepada orang lain sebagai wadah perkongsian. Sesungguh saya terlalu merugikan diri sendiri. Terlalu merugi. 

Bumi Andalusia, bakalan saya kunjungi ini, apa saya sudahkan sediakan bekasnya? Saya harus kembali menulis. Kembali bersemangat berkongsi sepenuh jiwa. Lihat Hanum Salsabila dan Rangga si suaminya, apa engkau tidak mahu speertinya, berkongsi kemanisan pengembaraannya kepada orang lain, bermula dengan buku dan lihat kini, keberkahan sebuah penulisan, Allah memperkembangkan ruang dakwah suami isteri ini hingga ke langit, tersiar di merata-rata perkongsian melalui jalan perfileman dan video. 

Duhai pengembara, sadar atau tidak, bahawa rezeki mengembara itu sebuah hal yang luar biasa, usah mengerah 'sia-sia' datang menebas jatuh segala bekas, sediakan bekas untuk diri sendiri dan bekas orang lain juga, berkongsi. Menulis.

Mar_kka
Bunga, Mac 2015
Yusufpasha, Istanbul, Turki



Friday, May 2, 2014

Si Kembara: Jiwa foto yang luluh


aku mengimbau kenangan-kenangan lalu, dalam mengembalikan diri ini kepada fitrah jiwa yang damai
ini semua adalah foto-foto pada pertama kalinya aku mempunyai kamera DSLR pertama kali
6 tahun lalu, penghujung tahun 2008
kadar itulah aku berkecimpung dalam dunia fotografi
namun dalam tempoh yang panjang itu, banyak sekali teknik memoto aku pelajari
tetapi aku sedarinya di penghujung kadar itu, nilai foto terhasil tanpa jiwa berfoto yang sesungguhnya
pudar dan kerap kali hilang dalam foto
dari foto kedamaian, soal kehijauan, soal bumi yang indah, soal foto keluarga, soal kampung yang permai
segalanya tenggelam, walhal ia sangat memberi nilai pada permulaan pengambaranku

jurugambar ini telah mengotori jiwa fotonya sendiri
foto yang diambil dirasakan fotonya
terasa keindahan yang diciptakan sendiri
terasa segala batas syariat bisa dilanggar
seglaa kemewahan meracun nilai foto sendiri
makin pandai memoto, makin banyak yang bisa disinggung keberkatannya
tersangat banyak

niat memoto hakikatnya telah jauh menikam-nikam jiwa foto aku
aku terlalu jauh dan leka dalam dunia foto khalayan
sesungguhnya dulu aku bahagia, 
aku sadar adanya belalang, kumbang pada dunia alam yang menghijau
aku sadar adanya senyuman dan watak anugerah Allah pada jiwa anak-anak
aku sadar, keindahan dunia ini, keindahan semua foto yang ada adalah milikNya
KeindahanNya, semuanya Dia

Allah, kembalikanlah jiwa foto ku yang menundukkan aku akan adanya Engkau,
dalam segala ruang, masa dan tempat,
aku merindui jiwa yang menghayati dan leka pada tiap fotoku kerana cintaMu ya Allah
aku merindui
segala aktiviti foto yang tidak sabar berkongsi kecantikan alam ini kerana kecantikanMu, bukan dari kecantikan yang aku reka,
rindu sekali, terlalu rindu...






















Wednesday, February 13, 2013

Si Kembara: Saling Berkongsi

Assalamualaikum..
Salam pengembaraan dari saya, 
admin KembaraKauAku, 
tujuan utama saya menulis di sini adalah untuk berkongsi keindahan Tuhan dalam pengembaraan saya di beberapa buah negara dan tempat. 
Blog ini juga adalah sebagai wadah perkongsian travelog dari saya kepada kawan-kawan jua, 
sebagai menghargai nikmat kembara yang Allah berikan kepada saya. 
Moga saya terus tersunting mengembara dan begitu juga kawan-kawan dan teman-teman sekalian. 
Moga saling mendoakan untuk terus istiqamah dalam pengembaraan, pembelajaran dan pencarian cinta Ilahi ini. 
Beberapa negara yang telah saya singgah adalah, 
Singapore, Brunei, China, Turkey, Mesir, Thailand, Iran, Macau, Hong Kong.
Salam Perkenalan. 

Pengembara

Minum Kopi

Powered by Blogger.